BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Toksikologi adalah pemahaman
mengenai pengaruh-pengaruh bahan kimia yang merugikan bagi organisme hidup. Pengaruh
yang merugikan ini timbul sebagai akibat terjadinya interaksi diantara agent-agent
toksis (yang memiliki kemampuan untuk menimbulkan kerusakan pada organisme
hidup) dengan system biologi dari organisme. Pada beberapa racun, yang bereaksi
itu bukan agentnya sendiri, tetapi hasil metabolismenya. Proses-proses yang
menyebabkan zat-zat beracun itu mampu melewati membran-membran tubuh dan
memasuki aliran darah adalah dirujuk ke absorption.
Dalam pengertian
sederhana keracunan adalah kejadian masuknya racun kedalam tubuh organisme
hidup. Racun merupakan zat yang jika masuk kedalam tubuh dalam jumlah tertentu
mengakibatkan organ tubuh terganggu, baik yang besifat sementara maupun
permanen. Racun yang masuk ke dalam tubuh dapat disebabkan oleh unsur
ketidaksengajaan maupun kesengajaan.
Pada umumnya semua hewan memiliki insting yang kuat
untuk memilih makanan yang sesuai dengan kebutuhan tubuhnya, namun tidak bagi
hewan yang memiliki ketergantungan dengan manusia, semisal hewan peliharaan. Keracunan
pada kucing acapkali tidak terduga. Hal ini dikarenakan proses masuknya zat
beracun dapat disebabkan kebiasaan menjilat pada kucing, selain itu zat beracun
pun bisa meresap ke dalam tubuh kucing melalui kulit. Atau secara tidak sengaja
terhirup ke dalam saluran nafasnya. Untuk itu dalam pemeliharaan kucing
hendaknya dicermati dalam sanitasi lingkungan.
1.2 Tujuan Penulisan
Tujuan dari pembuatan makalah ini
adalah :
1. Untuk mengetahui apa itu Toksikologi
2. Untuk mengetahui macam-macam dari keracunan pada
kucing
3. Untuk mengetahui penanganan keracunan pada kucing
1.3 Metode
Penulisan
Metode
penulisan Dalam pembuatan makalah ini menggunakan metode pustaka dan media
elektronik.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Toksikologi
adalah pemahaman mengenai pengaruh-pengaruh bahan kimia yang merugikan bagi
organisme hidup. Dalam pengertian sederhana keracunan
adalah kejadian masuknya racun kedalam tubuh organisme hidup. Racun adalah zat
yang ketika tertelan, terisap, diabsorbsi, menempel pada kulit atau dihasilkan
di dalam tubuh dalam jumlah yang relative kecil menyebabkan cedera dari tubuh.
Intoksikasi atau keracunan adalah masuknya zat atau senyawa kimia dalam tubuh yang
menimbulkan efek merugikan pada yang menggunakannya. Keracunan melalui inhalasi
dan menelan materi toksik, baik kecelakaan dan karena kesengajaan, merupakan
kondisi bahaya kesehatan. Keracunan pada kucing umumnya karena ketidaksengajaan.
Hal ini dikarenakan proses masuknya zat beracun dapat disebabkan kebiasaan
menjilat pada kucing, selain itu zat beracun pun bisa meresap ke dalam tubuh
kucing melalui kulit.
2.2. Macam-macam Keracunan pada Kucing
2.2.1 Keracunan akibat zat kimia
Proses
masuknya zat beracun dapat disebabkan kebiasaan menjilat pada kucing, selain
itu zat beracun pun bisa meresap ke dalam tubuh kucing melalui kulit. Atau
secara tidak sengaja terhirup ke dalam saluran nafasnya. Kucing dapat teracuni
oleh zat yang sifatnya korosif (menyebabkan rusak/hancur) dan yang non-korosif.
Untuk golongan korosif dapat ditemui pada produk pemutih, insektisida, deterjen,
juga desinfektan. Sehingga terlebih dahulu mengecek unsur apa yg terdapat dalam
suatu produk pembersih sehingga
tidak bersifat racun bagi kucing. Sebisa mungkin cermati pemakaian sampo dan bedak anti jamur dan flea. Karena bagi kucing yang tingkat sensitif nya tinggi hal dapat menimbulkan keracunan. Untuk pencegahan maka yang perlu dilakukan yaitu melarutkan shampo yang jenisnya konsentrat ke dalam air hangat dengan perbandingan 1 : 8. Untuk zat non-korosif dapat ditemui pada produk obat semisal paracetamol/asetamifen (pada obat sakit kepala dan demam) , asam salisilat (pada obat kulit), ibuprofen (pd obat penurun panas), benzocaine (pada pereda nyeri/ gatal), chloramphenicol (pada obat tetes telinga), tetrasilkin (antibiotik).
tidak bersifat racun bagi kucing. Sebisa mungkin cermati pemakaian sampo dan bedak anti jamur dan flea. Karena bagi kucing yang tingkat sensitif nya tinggi hal dapat menimbulkan keracunan. Untuk pencegahan maka yang perlu dilakukan yaitu melarutkan shampo yang jenisnya konsentrat ke dalam air hangat dengan perbandingan 1 : 8. Untuk zat non-korosif dapat ditemui pada produk obat semisal paracetamol/asetamifen (pada obat sakit kepala dan demam) , asam salisilat (pada obat kulit), ibuprofen (pd obat penurun panas), benzocaine (pada pereda nyeri/ gatal), chloramphenicol (pada obat tetes telinga), tetrasilkin (antibiotik).
2.2.2
Keracunan akibat makanan
Racun pakan terjadi karena :
1. Cara
penyimpanan pakan yang kurang rapat, sehingga pakan menjadi berjamur.
2. Pemberian
pakan yang berlebih, sisa pakan yang tidak termakan berpotensi terkena kuman.
3. Malas
membersihkan tempat pakan
2.2.3
Keracunan akibat sengatan hewan berbisa
Pada umumnya keracunan ini
disebabkan karena kucing berkelahi ataupun menemukan hewan-hewan yang yang
berbisa tanpa sengaja. Untuk pencegahan sebaiknya hindari memelihara beberapa
hewan sekaligus didalan rumah karena dapat menyebabkan hal-hal yang tidak
diinginkan. Contoh ular, ucorpion, serangga, kecoa, bekicot, dll terbukti dapat
berbahaya bagi kucing.
2.3 Gejala dari
keracunan
Tanda-tanda
keracunan :
- Vomiting (muntah)
- Diarhea
- Kejang
- Halusinasi
- Kesakitan pada bagian perut (abdominal pain)
- Koma
- Drooling (Keluar air liur)
2.4 Penanganan Keracunan pada Kucing
Kucing yang
teracuni zat yang bersifat korosif, penangannannya berbeda dengan kucing yg
teracuni zat non-korosif. Untuk yang sifatnya korosif, kucing jangan dirangsang
untuk muntah. Bila kucing masih sadar untuk pertolongan pertama, basuh mulut
dan bulunya yang terkena racun dengan air dalam jumlah yang banyak. Setelah itu
kucing dapat diberikan minyak zaitun, pemberian norit juga dianjurkan. Jika
terjadi kejang, taruh kucing di ruangan yang lega, jangan menahan kucing yang
kejang dan berontak, karena kemungkinan besar akan terjadi cedera pada kucing
dan diri kita. Berikan udara dingin baginya (karena pada kasus, biasanya
kucing mulai kesulitan bernapas), berikan sesekali usapan lembut untuk
menenangkan, Jika tidak menunjukkan perkembangan yang berarti, bawa
segera ke dokter hewan disana kucing dapat diberikan cairan infus untuk
menetralisir racun yang sudah masuk ke dalam darah, dan jika diperlukan dapat
diberikan obat penenang. Bagi kucing yang teracuni produk yang mengandung
zat non-korosif, segera dirangsang untuk muntah dengan menggunakan satu sendok
teh garam yang dilarutkan dengan sedikit air.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari penulisan makalah ini bahwa keracunan adalah salah satu
penyebab kematian yang sering terjadi, akibat keracunan yang di sebabkan oleh zat
kimia, makanan, dan gigitan binatang. Keracunan pada kucing umumnya terjadi
karena kelalainan dan kurangnya pengetahuan dari pihak- pihak tersebut.
3.2 Saran
Saran dari penulisan makalah ini adalah karena keracunan
pada kucing dapat mengakibatkan kematian dan terjadi bisa dengan sengaja
ataupun tidak sengaja maka untuk itu kita harus berhati-hati pada bahan kimia
ataupun yang lainnya dalam memelihara hewan peliharaan.