Senin, 23 Desember 2013

TOKSIKOLOGI PADA KUCING



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Toksikologi adalah pemahaman mengenai pengaruh-pengaruh bahan kimia yang merugikan bagi organisme hidup. Pengaruh yang merugikan ini timbul sebagai akibat terjadinya interaksi diantara agent-agent toksis (yang memiliki kemampuan untuk menimbulkan kerusakan pada organisme hidup) dengan system biologi dari organisme. Pada beberapa racun, yang bereaksi itu bukan agentnya sendiri, tetapi hasil metabolismenya. Proses-proses yang menyebabkan zat-zat beracun itu mampu melewati membran-membran tubuh dan memasuki aliran darah adalah dirujuk ke absorption.

Dalam pengertian sederhana keracunan adalah kejadian masuknya racun kedalam tubuh organisme hidup. Racun merupakan zat yang jika masuk kedalam tubuh dalam jumlah tertentu mengakibatkan organ tubuh terganggu, baik yang besifat sementara maupun permanen. Racun yang masuk ke dalam tubuh dapat disebabkan oleh unsur ketidaksengajaan maupun kesengajaan.

Pada umumnya semua hewan memiliki insting yang kuat untuk memilih makanan yang sesuai dengan kebutuhan tubuhnya, namun tidak bagi hewan yang memiliki ketergantungan dengan manusia, semisal hewan peliharaan. Keracunan pada kucing acapkali tidak terduga. Hal ini dikarenakan proses masuknya zat beracun dapat disebabkan kebiasaan menjilat pada kucing, selain itu zat beracun pun bisa meresap ke dalam tubuh kucing melalui kulit. Atau secara tidak sengaja terhirup ke dalam saluran nafasnya. Untuk itu dalam pemeliharaan kucing hendaknya dicermati dalam sanitasi lingkungan.
1.2  Tujuan Penulisan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui apa itu Toksikologi
2. Untuk mengetahui macam-macam dari keracunan pada kucing
3. Untuk mengetahui penanganan keracunan pada kucing

1.3 Metode Penulisan
Metode penulisan Dalam pembuatan makalah ini menggunakan metode pustaka dan media elektronik.













BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian
                        Toksikologi adalah pemahaman mengenai pengaruh-pengaruh bahan kimia yang merugikan bagi organisme hidup. Dalam pengertian sederhana keracunan adalah kejadian masuknya racun kedalam tubuh organisme hidup. Racun adalah zat yang ketika tertelan, terisap, diabsorbsi, menempel pada kulit atau dihasilkan di dalam tubuh dalam jumlah yang relative kecil menyebabkan cedera dari tubuh. Intoksikasi atau keracunan adalah masuknya zat atau senyawa kimia dalam tubuh yang menimbulkan efek merugikan pada yang menggunakannya. Keracunan melalui inhalasi dan menelan materi toksik, baik kecelakaan dan karena kesengajaan, merupakan kondisi bahaya kesehatan. Keracunan pada kucing umumnya karena ketidaksengajaan. Hal ini dikarenakan proses masuknya zat beracun dapat disebabkan kebiasaan menjilat pada kucing, selain itu zat beracun pun bisa meresap ke dalam tubuh kucing melalui kulit.

2.2. Macam-macam Keracunan pada Kucing
2.2.1 Keracunan akibat zat kimia
Proses masuknya zat beracun dapat disebabkan kebiasaan menjilat pada kucing, selain itu zat beracun pun bisa meresap ke dalam tubuh kucing melalui kulit. Atau secara tidak sengaja terhirup ke dalam saluran nafasnya. Kucing dapat teracuni oleh zat yang sifatnya korosif (menyebabkan rusak/hancur) dan yang non-korosif. Untuk golongan korosif dapat ditemui pada produk pemutih, insektisida, deterjen,  juga desinfektan. Sehingga terlebih dahulu mengecek unsur apa yg terdapat dalam suatu produk pembersih sehingga
tidak bersifat racun bagi kucing. Sebisa mungkin cermati pemakaian sampo dan bedak anti jamur dan flea. Karena bagi kucing yang tingkat sensitif nya tinggi hal dapat menimbulkan keracunan. Untuk pencegahan maka yang perlu dilakukan yaitu melarutkan shampo yang jenisnya konsentrat ke dalam air   hangat dengan perbandingan 1 : 8. Untuk  zat non-korosif dapat ditemui pada produk obat semisal paracetamol/asetamifen (pada obat sakit kepala dan demam) , asam salisilat (pada obat kulit), ibuprofen (pd obat penurun panas), benzocaine (pada pereda nyeri/ gatal), chloramphenicol (pada obat tetes telinga), tetrasilkin (antibiotik).

2.2.2 Keracunan akibat makanan
Racun  pakan terjadi karena :
1.      Cara penyimpanan pakan yang kurang rapat, sehingga pakan menjadi berjamur.
2.      Pemberian pakan yang berlebih, sisa pakan yang tidak termakan berpotensi terkena kuman.
3.      Malas membersihkan tempat pakan
2.2.3        Keracunan akibat sengatan hewan berbisa
Pada umumnya keracunan ini disebabkan karena kucing berkelahi ataupun menemukan hewan-hewan yang yang berbisa tanpa sengaja. Untuk pencegahan sebaiknya hindari memelihara beberapa hewan sekaligus didalan rumah karena dapat menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan. Contoh ular, ucorpion, serangga, kecoa, bekicot, dll terbukti dapat berbahaya bagi kucing.



2.3 Gejala dari keracunan
Tanda-tanda keracunan :
  1. Vomiting (muntah)
  2. Diarhea
  3. Kejang
  4. Halusinasi
  5. Kesakitan pada bagian perut (abdominal pain)
  6. Koma
  7. Drooling (Keluar air liur)
2.4 Penanganan Keracunan pada Kucing
Kucing yang teracuni zat yang bersifat korosif, penangannannya berbeda dengan kucing yg teracuni zat non-korosif. Untuk yang sifatnya korosif, kucing jangan dirangsang untuk muntah. Bila kucing masih sadar untuk pertolongan pertama, basuh mulut dan bulunya yang terkena racun dengan air dalam jumlah yang banyak. Setelah itu kucing dapat diberikan minyak zaitun, pemberian norit juga dianjurkan. Jika terjadi kejang, taruh kucing di ruangan yang lega, jangan menahan kucing yang kejang dan berontak, karena kemungkinan besar akan terjadi cedera pada kucing dan diri kita.  Berikan udara dingin baginya (karena pada kasus, biasanya kucing mulai kesulitan bernapas), berikan sesekali usapan lembut untuk menenangkan,  Jika tidak menunjukkan perkembangan yang berarti, bawa segera ke dokter hewan disana kucing dapat diberikan cairan infus untuk menetralisir racun yang sudah masuk ke dalam darah, dan jika diperlukan dapat diberikan obat penenang. Bagi kucing  yang teracuni produk yang mengandung zat non-korosif, segera dirangsang untuk muntah dengan menggunakan satu sendok teh garam yang dilarutkan dengan sedikit air.




BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari penulisan makalah ini bahwa keracunan adalah salah satu penyebab kematian yang sering terjadi, akibat keracunan yang di sebabkan oleh zat kimia, makanan, dan gigitan binatang. Keracunan pada kucing umumnya terjadi karena kelalainan dan kurangnya pengetahuan dari pihak- pihak tersebut.

3.2 Saran
Saran dari penulisan makalah ini adalah karena keracunan pada kucing dapat mengakibatkan kematian dan terjadi bisa dengan sengaja ataupun tidak sengaja maka untuk itu kita harus berhati-hati pada bahan kimia ataupun yang lainnya dalam memelihara hewan peliharaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar